My Review Buku Plan Your Life by Dr. Atha Barakat
MUTIARA HIKMAH
"Jika engkau tidak mampu berperan sedikit pun dalam hidup, maka engkau yang menjadi objek dari kehidupan ini."
"Jika engkau tidak memiliki rencana yang jelas, maka engkau akan masuk dalam rencana orang lain."
"Kehidupan ini tidak akan pernah berarti, manakala tidak ada sesuatu yang kita perjuangkan."
SKENARIO

Skenario adalah sebuah rencana yang berisi ide ide kreatif, yang merangkum kisah inti, episode pengiring, dan snapshot-nya (foto). Terdiri dari karakter pemain, aksi, peristiwa, dan kilasan drama.
Ending Skenario berupa garis garis besar haluan sebuah kisah.
SKENARIO HIDUP

Skenario hidup adalah rencana hidupmu yang di mulai sejak saat ini, dan akan terus berlangsung hingga kamu mampu merealisasikan tujuan tujuan hidup, meraih kesuksesan yang kamu dambakan, menggapai asa dan prestasi dengan mengerahkan segala daya dan upaya, sementara kamu merasa enjoy untuk melakukan itu semua. Skenario hidup ini mnemuat target target kehidupan yang jelas dan perencanaan yang terukur.
VISI HIDUP

Visi hidup yang jelas adalah visi yang tidak mungkin terputus oleh waktu. Visi itu berkesinambungan dan tidak mungkin terealisasikan di dalam kehidupan duniawi kita, tahukah kamu visismu sekarang?
Visi kita adalah "surga" yang selalu kita dambakan.
MISI HIDUP
Misi, sebagaimana yang kita pahami adalah kepentingan atau peran yang harus kita tempuh untuk mewujudkan visi. Apakah yang bisa mengantarkan kita ke surga ?
Yang bisa mengantarkan kita ke surga adalah ridha allah.
Dan apa yang akan mengantarkan kita meraih tidha allah?
Ketika aku merencanakan hidup ini dan menentukan target target terbaik dalam kehidupan.
"Visi dan target utamaku adalah surga, sedangkan misiku adalah meraih ridha allah. Allah tidak menciptakan mimpi kecuali hanya untuk menjadi kenyataan."
Semua prestasi, pada awalnya adalah sebatas impian pelakunya. Impian itu selalu ada di benaknya dalam jangka waktu yang lama, hingga lambat laun dengan semangatnya yang membara, kerja kerasnya, pengorbanan, dan kesabarannya, maka impiannya menjadi kenyataan !!
"Kecerdasan itu sebesar 1%nya adalah ilham dan 99%nya adalah usaha, perjuangan, dan pengorbanan."
Lihatlah dirimu sekarang, dengarkan bisikan hatimu yang sedang berbicara, rasakan apa yang kamu dengar.
Apa Saja Impian Hidupku ?
1. Saya ingin menguasai makna makna kehidupan dalam al quran yang menjadi pedoman dalam hidup.
2. Saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya di masa tuanya dan membimbing mereka ke jalan Allah
3. Saya ingin membuat sistem free energy untuk rumah tempoat tinggal
4. Saya ingin membangun rumah orang tua menjadi lebih besar
5. Saya ingin menciptakan robot yang bermanfaat
6. Saya ingin mempunyai istri yang mensupport saya dalam kehidupan dan mencintai allah
Ubahlah Impian Menjadi Kesenangan !

Kesenangan adalah usaha untuk melakukan sesuatu yang di inginkan atau di dambakan.
Perhatikan cerita berikut ini !
Ada 3 orang sahabat yang membeli ayam goreng secara patungan. Mereka sepaklat beristirahat sejenak untuk tidur. Dan, mereka menyepakati bahwa ayam gorenbg tersebut akan di miliki oleh orang yang mengalami mimpi yang tidak masuk akal. Maka, tidurlah 3 sahabat itu. Setelah terbangun, mulailah mereka menceritakan mimpi mimpi yang di alaminya.
Orang pertama bercerita : Aku tadi bermimpi terbang di atas hijaunya lahan pertanian dan lembah lembah.
Ornag kedua bercerita : Kalau aku bermimpi berada di langit ke 7. Aku bisa melihat seluruh alam raya dan semua yang belum pernah di lihat orang di muka bumi ini.
Orang ketiga bercerita : Aku tidak bermimpi, karena aku tidak tidur, maka aku makan ayam gorengnya!!
Kedua sahabatnya menyahut dengan nada marah :
"Kenapa kamu tidak memanggil kami untuk makan bersama, bukankah kamu tahu kami juga lapar?"
Dia menjawab :
"bagaimana mungkin suaraku dapat kalian dengar? Kamu sedang terbang di udara, sedangkan kamu sedang berada di langit ke 7"
Orang ketiga tersebut beruntung, karena dia tidak menunggu hingga mimpinya datang menghampirinya, sedangkan di depan matanya jelas - jelas terdapat realitas kehidupan yang harus segera di sikapi. Oleh karena itu, mari kita lupakan impian-impian itu manakala sudah menjadi kesenangan hidup dan marilah kita mulai menikmatinya. Kita sekarang sudah menapaki langkah pertama menuju kapal kehidupan ini. Impian impian kita sudah berubah menjadi kesenangan kesenangan hidup yang selalu kita lakukan.
"Sesuatu yang kita inginkan tidak dapat kita raih hanya dengan harapan, bahkan kehidupan dunia kadang harus kita taklukkan."
"Jika kamu duduk selama ratusan tahun di depan impian dan cita citamu, maka semuanya itu tidak akan pernah terwujud, kecuali jika kamu memulai aktivitas nyata dari sekarang."
TUJUAN HIDUP

"Barangsiapa hidup tanpa tujuan yang jelas, maka dia akan tergilas di tengah kehidupan ini. Kemudian mati, sedangkan dia belum berbuat sesuatu."
Ubahlah obsesi hidupmu menjadi target hidup.
Apa perbedaan obsesi dengan target ?
Obsesi adalah sesuatu yang hendak kamu wujudkan, akan tetapi kamu belum menentukan langkah langkah teknis secara rinci menuju ke sana.
Target adalah sesuatu yang hendak kamu capai dengan segala upaya yang kamu miliki termasuk langkah langkah teknis untuk mewujudkannya. Sekarang kamu sudah mengarah menuju target itu !!
"Cita cita adalah target yang belum tersentuh mata pisau aktivitas kita, sehingga sampai sekarang pisau kita masih tumpul karena belum terasah dengan baik."
Ketika kamu mulai mengasah pisau itu dengan realitas kehidupan yang kamu hadapi, maka cita citamu lambat laun akan menjadi target tetap dan kesenangan berubah menjadi target yang dinamis.
Dengan demikian, kamu telah mengubah cita cita dan kesenangan hidup menjadi target target yang realistis.
TARGET

Ada 6 kriteria dan ciri sebuah target yang dapat kamu masukkan dalam bingkai skenario hidupmu, yaitu :
1. Target itu bermanfaat

Jika target itu sekiranya akan mengantarkanmu menuju impian besarmu, maka tetapkan dari sekarang. Namun jika tidak, maka tinggalkan sekarang juga! Hal ini karena target target yang bermanfaat secara otomatis akan mengantarkan kita pada langkah langkah yang bermanfaat pula. Barangsiapa yang setiap langkah kakinya nermanfaat, niscaya ia akan sampai pada impian yang penuh manfaat pula.
2. Target itu Realistis

Ketika dirimu di hadapkan kepada beberapa pilihan, maka cermatilah dengan baik, dan mulailah dari target yang paling mungkin di laksanakan atau di realisasikan saat itu juga. Namun, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa target itu mampu kita wujudkan saat itu juga ?
Jika demikian, marilah kita perinci kira kira halangan atau rintangan apa saja yang dapat menjadi penghalang bagi langkah kita untuk merealisasikan target tersebut.
Halangan dan Rintangan itu adalah :
1. Rasa Malas
2. Mudah mengantuk
3. Mengorganisir waktu
4. Pengaruh lingkungan negative
Tanyalah pada dirimu :
"Mampukah aku menaklukkan halangan atau rintangan di atas ?"
Kira kira berapa persen halangan ataupun rintangan yang dapat kamu kondisikan dan kamu lalui ?
Jika lebih dari 50%, maka halangan dan rintangan itu mampu untuk kamu taklukkan.
Lihat, baca, kajilah kembali sejarah yang telah ditulis dan dilukis oleh para pendahulu kita dengan menggunakan tetesan darah mereka. Sebuah pesan yang di kirim dari waktu ke waktu, yang intinya mengajarkan bahwa ketika kamu yakin dengan target target hidupmu, maka hal itu lambat laun akan berubah menjadi realitas.
Ketahui dan Yakinlah :
Tidak ada kata mustahil selama hati kita yakin dan percaya. hati yang di penuhi oleh keinginan dan di selimuti semangat. hati yang tidak pernah mengenal kata menyerah dan putus asa. Hati yang selalu di sibukkan oleh target target dan cita cita luhur demi masa depan yang lebih cerah dan menjanjikan.
Perhatikan cerita berikut ini !
Pada suatu hari, si Yakin Optimis bertemu dengan si Mustahil.
Si Yakin bertanya : "Kamu tinggal di mana ?"
Si Mustahil menjawab : "Aku tinggal di impian impian yang rendah dan lemah serta di diri orang orang yang tidak memiliki semangat.."
Si Yakin memandangnya dengan keheranan dan bertanya kembali : "Masih adakah orang yang mendambakan impian dalam hidupnya, tetapi ia tidak berusaha mewujudkannya?"
Si Mustahil menjawab : "Hanya 1% orang saja orang yang memiliki obsesi dan berusaha mewujudkannya, sedangkan yang lain belum beranjak untuk menapaki jalan menuju obsesinya."
Si Yakin bertanya kembali : "Dari dulu, aku ingin bertanya kepadamu tentang sesuatu, apakah sejatinya kemustahila itu ada?"
"Kemustahilan adalah keinginan yang manusia ciptakan sendiri , yaitu ketika akal pikiran mereka di penuhi oleh hal hal yang negatif dan mereka diliputi kekalutan dan keputusasaan."
3. Target itu memiliki media yang terukur dan mudah

Ketika kamu telah memastikan target target itu dalam menimbang serta membandingkan satu dengan yang lainya, tanyakanlah pada dirimu,
"Media apa saja yang dapat mengantarkanku menuju target target tersebut ?"
"Apakah media media itu mudah bagiku ?"
"Apakah media itu dapat aku peroleh dalam waktu dekat ini ?"
4. Target itu sejalan dengan akhlak yang luhur

Setiap manusia di dunia ini pasti memiliki nilai nilai luhur yang mereka yakini kebenarannya. Begitu juga, manusia memiliki beberapa referensi hidup sebagai pedoman dalam melangkah. Oleh karena itu, target target hidupmu haruslah terlahir dari akhlak muliamu.
Kadang kita menyaksikan beberapa target mengantarkan pada keuntungan yang melimpah, akan tetapi ia jauh dari nilai nilai akhlak yang luhur, bertoplak belakang dengan prinsip, adat, dan falsafah hidup. Terkadang kita bisa memperoleh harta benda yang kita inginkan, kedudukan yang kita dambakan, atau ketenaran yang kita cari, akan tetapi di satu sisi kita kehilangan jati dir, nilai nilai moral yang suci, nilai nilai yang telah membesarkan dan mentarbiyah kita. Bahkan, kita kehilangan sesuatu yang paling mulia dari kehidupan ini, yaitu ridha allah.
Targetmu harus mulia dan jauh di atas kehidupan duniawi yang nista, di atas kesenangan kesenangan yang terlarang. Pencapaian target itu harus di mulai dengan niatan yang baik dan positif berdiri kokoh di atas prinsip dan kaidah, akarnya kuat tertanam di dalam tanah dan cabang cabangnya menjulang ke langit akhlak dan budi pekerti.
5. Target itu terukur

Apakah yang kamu maksud terukur dan bisa di luruskan ??
Bayangkanlah, kamu dedang berjalan dari titik (a) menuju titik (b)
a----------------------------------------------------------c-----------------------------------------------------------b
Dan saat ini kamu berhenti di (c). Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui persentase jarak yang telah kamu tempuh dan berapa lama lagi kamu bisa sampai ke tujuan?
Pertama, kamu harus mengukur jarak yang telah kamu tempuh dari titik (a) hingga titik (c). Kemudian, tentukanlah persentasenya dengan rumus :
Persentase = ( jarak tempuh titik (a) ke titik (c) : jarak tempuh titik (a) ke titik (b)) x 100
Bayangkanlah, kamu dedang berjalan dari titik (a) menuju titik (b)
a----------------------------------------------------------c-----------------------------------------------------------b
Dan saat ini kamu berhenti di (c). Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui persentase jarak yang telah kamu tempuh dan berapa lama lagi kamu bisa sampai ke tujuan?
Pertama, kamu harus mengukur jarak yang telah kamu tempuh dari titik (a) hingga titik (c). Kemudian, tentukanlah persentasenya dengan rumus :
Persentase = ( jarak tempuh titik (a) ke titik (c) : jarak tempuh titik (a) ke titik (b)) x 100
Mulailah dari sekarang !
Hitunglah sudah sampai berapa tahap kamu berjalan ?
Apakah kamu semakin mendekati tujuan ataukah ada rintangan yang menghalangi langkahmu ?
Jika rintangan itu menghadang, maka pikirkanlah cara untuk menakluklkan rintangan tersebut, dengan ini kamu akan mampu mencapai target !
Apa yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang yang memiliki target. Apakah kamu mengetahuinya ?
Inilah yang sering di sebut aspek aspek target. Apakah kamu mengetahuinya?
Aspek aspek target ini berjumlah sepuluh. Kamu harus menulis, memilih, dan menentukan targetmu di masing masing aspek tersebut. Kesepuluh aspek tersebut adalah sebagai berikut.
1. Aspek keimanan
2. Aspek Kepribadian
3. Aspek Profesi
4. Aspek kesehatan
5. Aspek Financial
6. Aspek Kepedulian
7. Aspek Keluarga
8. Aspek Studi
9. Aspek Sosial
10. Aspek Kebangkitan
Kamu memiliki impian dan saatnya kamu mengubah impian impian tersebut menjadi harapan dan kesenangan. Sekarang tiba pada fase terakhir, yaitu mengubah kesenangan hidupmu menjadi target target yang terukur dan terarah melalui kesepuluh aspek di atas.
Jika kamu memperhatikan dengan baik target target yang telah kamu tentukan di atas, maka kamu akan dapatkan empat macam kategori, yaitu sebagai berikut.
1. Target mendesak dan penting
2. Target mendesak tetapi tidak penting
3. Target tidak mendesak tetapi penting
4. Target tidak mendesak dan tidak penting
Skala prioritas itu tergantung pada seberapa pentingnya target dan sejauh mana mendesaknya target tersebut.
Hitunglah sudah sampai berapa tahap kamu berjalan ?
Apakah kamu semakin mendekati tujuan ataukah ada rintangan yang menghalangi langkahmu ?
Jika rintangan itu menghadang, maka pikirkanlah cara untuk menakluklkan rintangan tersebut, dengan ini kamu akan mampu mencapai target !
6. Target itu harus di sesuaikan dengan kebutuhan

Inilah yang sering di sebut aspek aspek target. Apakah kamu mengetahuinya?
Aspek aspek target ini berjumlah sepuluh. Kamu harus menulis, memilih, dan menentukan targetmu di masing masing aspek tersebut. Kesepuluh aspek tersebut adalah sebagai berikut.
1. Aspek keimanan
2. Aspek Kepribadian
3. Aspek Profesi
4. Aspek kesehatan
5. Aspek Financial
6. Aspek Kepedulian
7. Aspek Keluarga
8. Aspek Studi
9. Aspek Sosial
10. Aspek Kebangkitan
Kamu memiliki impian dan saatnya kamu mengubah impian impian tersebut menjadi harapan dan kesenangan. Sekarang tiba pada fase terakhir, yaitu mengubah kesenangan hidupmu menjadi target target yang terukur dan terarah melalui kesepuluh aspek di atas.
Jika kamu memperhatikan dengan baik target target yang telah kamu tentukan di atas, maka kamu akan dapatkan empat macam kategori, yaitu sebagai berikut.
1. Target mendesak dan penting
2. Target mendesak tetapi tidak penting
3. Target tidak mendesak tetapi penting
4. Target tidak mendesak dan tidak penting
Skala prioritas itu tergantung pada seberapa pentingnya target dan sejauh mana mendesaknya target tersebut.
Keterangan :
1. Target penting mendesak, misalnya : target di masa krisis, target sebagai solusi dari suatu permasalahan, proyek proyek yang waktunya terbatas, persiapan mendesak terhadap suatu keperluan.
2. Target penting tidak mendesak, misalnya : persiapan untuk esok, rencana strategis pengembanagan masa depan, hubungan kerja sama, penanaman nilai nilai positif.
3. Target tidak penting, mendesak, misalnya : pembicaraan telepon, kunjungan sosial.
4. Target tidak penting dan tidak mendesak, misalnya : menghabiskan waktu luang, melakukan agenda agenda yang kurang serius.
RENCANA KERJA
"Jika target tidak berubah menjadi rencana kerja, sementara kamu telah mulai melangkah menuju target itu, maka target itu akan pupus dan tidak berarti lagi."


Sebuah target yang telah kita tentukan tidak lagi memiliki nilai, ketika kita tidak berusaha untuk menjalankannya. Itu artinya kita telah membuang satu impian hidup kita. Pelaksanaan tersebut kita sebut dengan planning atau rencana, yaitu meletakkan target ke dalam jabaran kerja riil supaya dapat kita rasakan hasilnya.
Setelah mengetahuinya, sebelum berjalan kamu harus memastikan langkah langkahnya, jumlahnya, dan bagaimana caranya, rintangan apa saja yang mungkin menjadi penghalang bagimu, bagaimana kamu mengatasi penghalang tersebut, langkah alternatif apa saja yang juga harus kamu siapkan, serta berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk merealisasikan target tersebut.
"Rencana itu langkah untuk menuju impian, target yang terukur."
1. Memudahkan kita dalam menggapai target
Bayangkan jika kamu akan melakukan perjalanan jauh ke seebuah daerah, apa yang akan kamu lakukan ?
Sudah tentu ketika hendak bepergian ke suatu tempat, kamu harus memerhatikan beberapa pertanyaan di bawah ini :
1. Kenapa aku harus pergi ke tempat tersebut ?
2. Kapan waktu yang tepat untuk bepergian ?
3. Siapa yang akan menjemputku di sana ?
4. Di manakah aku akan menginap ?
5. Kapan waktu untuk berjalan jalan di daerah tersebut ?
6. Kapan waktu yang tepat untuk kembali ?
7. Peralatan apa saja yang harus di bawa ?
8. Siapa yang akan aku temui ? Tema apa saja yang akan aku bicarakan dengannya ?
9. Kira kira rintangan apa saja yang bisa menghalangi perjalananku dan bagaimana mengatasinya ?
Jika jawaban dari setiap pertanyaan di atas telah ada di dalam benakmu, maka artinya kamu telah menentukan rencana dari perjalanan tersebut.
Jika kamu tidak menentukan poin poin di atas maka dapat di poastikan kamu tidak bisa sampai ke tempat tujuan dengan mudah, bahkan kamu bisa tersesat. Jelas kamu akan kehilangan sesuatu, baik tenaga atau materi dan tentunya perjalananmu tidak memberikan manfaat sedikit pun. Dengan demikian, rencana adalah peta yang mempermudah kita untuk sampai di tempat yang kita tuju.
2. Menentukan arah bagi perjalanan kita
Apakah kita harus berjalan ke utara, selatan, timur, atau ke barat, dialah yang selalu memberitahu kiat. "Inilah jalannya", sehingga perjalanan kita semakin dekat dengan tujuan. Kita bisa mengetahui di mana tujuan itu, dan bagaimana kita sampai ke sana.
3. Memberikan kita langkah langkah pasti, terarah menuju pencapaian tujuan.
Setiap kita sampai pada titik tertentu, itu berarti jarak kita dengan tujuan semakin dekat. Dengan ini, jarak yang kita tempuh semakin terukur dan jelas. Di mulai dari langkah pertama dari titik (a) dan seterusnya. Jika kita menemukan titik berikutnya dan terus melanjutkan langkah, niscaya tujuan itu akan dapat kita raih.
4. Cara rasional untuk mengatasi berbagai halangan atau rintangan yang menghadang.
Ketika berbagai rintangan menghadang di tengah perjalanan, maka mulailah menentukan beberapa opsi langkah solutif, karena opsi opsi itu akan meminimalisir terjadinya kesalahan. Kita menggunakan kemampuan berpikir untuk mengatur kehidupan ini dan menyusun langkah langkah strategis menuju target target hidup, sedangkan problem problem hidup hanyalah sekedar rintangan yang harus kita taklukkan. Ketika solusi dari satu problem sudah kita temukan, maka solusi bagi problem problem yang lain akan segera menyusul. Dengan demikian, semua masalah ada solusinya dan rintangan itu hanyalah bumbu bagi perjalanan kita.
5. Mengarahkan dan meminimalisir energiyang kita kerahkan, juga meringankan beban kita.
Rencana kita bekerja sesuai dengan sistem akal manusia yaitu tertaur dan tertib. Bayangkan suatu ketika kamu berada di sebuah perpustakaan yang besar dan hendak mencari sebuah buku dengan cepat. Langkah yang harus kamu ambil jika belum ada sistem online nya, maka bertanyalah pada petugas. Dia akan menjawab : "Buku yang anda cari da di rak nomor sekian, baris kesekian."
Dengan sedikit mencari kamu akan mendapatkan rak tersebut dan tanpa mengeluarkan banyak energi, buku itu akan kamu dapatkan. Jika kamu hanya mengandalkan usahamu sendiriu, maka bisa di bayangkan betapa banyak energi yang harus kamu kuras hanya untuk mendapatkan satu buku. Belum lagi, jika ternyata buku yang kita cari atau halaman yang kita inginkan tidak lengkap atau tidak berada di tempat yang semestinya, maka jelas kita akan kehilangan segalanya, waktu dan tenaga.
Ceritanya akan lain, jika semua buku tertata rapi di rak rak dan sesuai dengan nomor yang telah tertempel. Tentu, hal ini akan mempermudah dan menghemat waktu serta tenaga. Seperti inilah rencana sangat membantu kita dalam beraktivitas, menghemat waktu, pikiran, dan tenaga.
6. Menjamin tercapainya target.
Dalam rangka menjamin tercapainya target, hendaknya kamu mengetahui benar lingkungan tempat kamu akan melangkah untuk menggapai targetmu, melalui cara yang di sebut analisis SWOT, yang terdiri dari :
Strength, yaitu titik kekuatan.
Weakness, yaitu titik kelemahan.
Opportunities, yaitu kesempatan yang tersedia.
Threat, yaitu tantangan yang mungkin menghadang dan bagaimana cara mengatasinya.
Jika kita telah mempelajari realitas terlebih dahulu, kemudian menyimpulkannya dalam beberapa poin melalui analisis SWOT di atas, maka menggapai target yang kita dambakan akan menjadi hal yang sangat mudah.
7. Memberikan kesempatan berprestasi.

Rencana akan memberikan kita kesempatan untuk berprestasi. Rencana dapat memoivasi kita dengan kuat untuk mampu menentukan dan menguasai masa depan.Jika kamu tidak tahu sedikit pun mengenai target mu sedangkan kamu sudah memperkirakan apa yang akan terjadi dan telah menyiapkan perangkat perangkat untuk mengatasi permasalahan dan bekal bekal dalam menempuh perjalanan panjang, maka saya yakin kamu akan tetap enjoy menjalaninya.
Sebaliknya, bayangkan jika kamu berada di suatu tempat yang tidak kamu ketahui sedikit pun dan tidak mengenalinya, maka hal ini menjadikanmu cemas dan khawatir. Sesungguhnya, ini adalah permulaan dari jalan yang suram itu.
PEMILIK RENCANA DAN OBJEK RENCANA
Apakah kamu telah benar benar mengerti akan pentingnya sebuah rencana? Jika masih belum mengerti, maka bacalah lagi dengan saksama! Jika sudah merasa puas, tanyalah dirimu sekarang : "Apakah aku termasuk objek rencana orang lain ?"
Untuk mengetahui siapakah dirimu, maka di bawah ini akan saya jabarkan definisi dari pemilik dan objek rencana.
1. Pemilik recana adalah orang yang memegang kendali. Dia benar benar mengetahui ritme dan perjalanan hidupnya, serta memiliki masa depan yang gemilang.
Objek rencana adalah orang yang mencari pemegang kendali. Dia juga mengetahui ritme dan perjalanan hidup pemilik rencana serta turut menjadikan masa depannya gemilang.
2. Pemilik rencana dapat memberikan solusi pada setiap problematika yang dia temui, dan memprediksikan rintangan yang mungkin di hadapinya serta bagaimana cara mengatasinya.
Objek rencana bergelut di tengah tengah problematika yang ada. Dia tidak mengetahui solusi yang jitu untuk segera mengakhiri problem tersebut dan banyak pula yang ragu untuk maju, meskipun hanya satu langkah ke depan demi perbaikan.
3. Pemilik rencana percaya kepada Allah dan kehendak kehendaknya yang telah di tetapkan untuknya. walaupun dem,ikian dia selalu mempersiapkan diri dan menempuh cara cara yang dapat mengantarkannya menuju kesuksesan.
Objek rencana selalu khawatir dan ragu terhadap tantangan dan peluang, banyak pula yang menutup mata terhadap prediksi hari esok. Dia tidak mempersiapkan diri untuk itu dan tidak melatih dirinya untuk bisa bersabar dan bersikap tenang.
4. Pemilik rencana selalu melihat pendapat orang lain sebagai saran dan masukan yang sangat bermanfaat, bahkan sering kali dia meminta pendapat atau pertimbangan dari mereka, sehingga dia yakin bahwa hal yang akan di lakukannya berdasarkan ilmu pengetahuan dan skill. Oleh karena itu, setiap cara yang di tempuh di bangun atas kaidah kaidah ilmu pengetahuan dan skill individu.
Objek rencana takut terhadap orang lain, tidak pernah mempertimbangkan pendapat pendapat orang lain, tidak gesit dalam meningkatkan kemampuannya, yang dia lakukan hanya menunggu acungan jempol orang lain. Mereka bekerja tanpa di dasari kaidah iptek dan skill individu yang memadai.
5. Pemilik rencana adalah orang yang menentukan garis garis perjalanan hidup yang akan dia lalui dan memastikan pula target targetnya. Saat melangkah, dia dia tidak pernah meninggalkan peta perjalanannya, oleh karena itu dia berjalan di jalan yang terarah, pasti dan benar.
Objek rencana tidak tahu secara pasti ke mana dia harus berjalan, tidak tahu rute perjalanannya, dan tidak memahami dari manakah ia harus memulai, ia juga tidak tahu ke mana tujuannya. dia melagkah sesuai situasi dan kondisi. Namun, jalan yang di tempuhnya tidak pasti dan tidak terarah, banyak di antara objek rencana yang berjalan tanpa petunjuk.
6. Pemilik rencana selalu berusaha untuk memiliki nilai plus. Dia menawarkan sesuatu yang belum pernah di tawarkan orang lain. Keberadaannya mendatangkan manfaat, baik bagi dirinya atau orang lain. Pemikirannya selalu kreatif. Dia mengambil sesuatu yang konvensional dan mengembangkannya menjadi sesuatu yang modernis dan memiliki daya tarik.
Objek rencana menjalani hidup secara biasa biasa saja. Pola pikirnya bersifat konvensional, dalam hatinya terpatri semboyan "yang penting saya bisa hidup."
Kemudian, apa yang harus aku lakukan setelah ini ?
Buatlah rencana dari kesepuluh target mu dan tentukanlah !
1. Maksud di balik target (Kenapa dan apa manfaatnya ?)
2. Fase fase pelaksanaan target
3. Rintangan yang mungkin menghadang
4. Cara mnengatasi rintangan
5. Langkah riil menuju target
6. Waktu di mulainya pelaksanaan (start)
7. Waktu yang di perlukan untuk bisa sampai tujuan.
8. Waktu selesainya pelaksanaan.
9. Standar prestasi dalam merealisasikan target
Komentar
Posting Komentar